https://pati.times.co.id/
Berita

Proposal Indonesia terkait tata kelola royalti global mendapat dukungan luas dari negara-negara anggota dalam Sidang SCCR ke-47 WIPO.

Jumat, 30 Januari 2026 - 07:11
Sidang SCCR ke-47 WIPO: Usulan Indonesia Raih Dukungan Global Delegasi Indonesia yang diwakili Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno serta Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar dalam Sidang SCCR WIPO ke-47 di Jenewa.

TIMES PATI, JAKARTA – Sidang Standing Committee on Copyright and Related Rights (SCCR) ke-47 di kantor World Intellectual Property Organization (WIPO) menjadi momentum penting bagi Indonesia. Sejumlah negara dan kelompok regional menyatakan dukungan terhadap proposal Indonesia terkait tata kelola royalti lintas negara.

Delegasi Republik Indonesia dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri Arief Havas Oegroseno serta Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual Hermansyah Siregar.

Dalam presentasinya, Arief Havas menekankan posisi Indonesia sebagai salah satu pasar paling potensial dalam ekonomi music streaming global. Ia juga menyoroti ketimpangan tata kelola royalti lintas negara yang dinilai memerlukan perhatian internasional serius, termasuk tantangan baru akibat perkembangan artificial intelligence terhadap produk media.

“Proposal ini dimaksudkan untuk memperkuat keadilan, transparansi, dan akuntabilitas dalam ekosistem royalti global, serta memastikan royalti yang adil bagi para pencipta,” ujar Arief Havas dalam forum WIP, Kamis (29/1/2026).

Sementara itu, Kepala Badan Strategi Kebijakan Kementerian Hukum, Andry Indrady, menjelaskan bahwa usulan Indonesia bertujuan mendorong tata kelola global yang lebih adil, transparan, dan bertanggung jawab dalam ekosistem royalti digital. Menurutnya, terdapat tiga pilar utama dalam proposal Indonesia.

“Pertama, membangun kerangka tata kelola global di bawah WIPO. Kedua, eksplorasi mekanisme pembayaran royalti alternatif dan model distribusi yang adil. Ketiga, penguatan tata kelola collective management organization (CMO) lintas negara,” jelas Andry dalam sidang SCCR.

Usai presentasi, dukungan untuk proposal Indonesia disampaikan oleh sejumlah negara, antara lain Arab Saudi, Iran, Mesir, Pakistan, Filipina, Aljazair, Thailand, dan Kazakhstan. Dukungan juga datang dari kelompok regional besar seperti Asia Pacific Group dan African Group.

Sementara itu, negara-negara yang tergabung dalam GRULAC (Group of Latin America and Caribbean Countries) serta CACEEC menyambut positif proposal Indonesia dan menyatakan kesiapan untuk berdialog lebih lanjut.

Atas dukungan tersebut, Indonesia menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk melanjutkan kerja sama. “Kami menyampaikan apresiasi atas seluruh pandangan dan dukungan negara anggota, serta menegaskan komitmen untuk bekerja sama secara inklusif dan konstruktif dengan seluruh delegasi WIPO dalam mewujudkan tata kelola royalti global yang transparan, adil, dan berorientasi pada masa depan,” ujar Arief Havas.

Indonesia selanjutnya membuka ruang dialog dan diskusi terbuka dengan seluruh pemangku kepentingan, baik negara, industri, maupun organisasi terkait, termasuk berbagai komunitas musik global, dalam pembahasan sesi SCCR berikutnya.

Di sela-sela sidang SCCR, delegasi Indonesia juga menggelar pertemuan bilateral dengan sejumlah pihak, antara lain Jepang, Amerika Serikat, GRULAC, Asia Pacific Group, CEBS, Deputi Direktur Jenderal WIPO Sylvie Forbin, International Federation of the Phonographic Industry (IFPI), Group B Country, Uni Eropa, serta CACEEC .(*)

Pewarta : Rochmat Shobirin
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Pati just now

Welcome to TIMES Pati

TIMES Pati is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.