TIMES PATI, PATI – Bencana banjir yang melanda wilayah Kabupaten Pati, Jawa Tengah sejak Senin (12/1/2026) berdampak serius pada sektor pendidikan. Akibat genangan air yang tak kunjung surut, puluhan sekolah di berbagai wilayah terpaksa meniadakan kegiatan belajar mengajar (KBM) secara tatap muka dan mengalihkannya ke metode pembelajaran jarak jauh.
Berdasarkan data dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati, tercatat sebanyak 39 Sekolah Dasar (SD) yang tersebar di 13 kecamatan serta 5 Sekolah Menengah Pertama (SMP) terdampak banjir.
"Bahwa seluruh sekolah kini melaksanakan KBM secara daring demi menjaga keselamatan siswa dan tenaga pengajar," terang Kepala Disdikbud Pati, Sunarji, Selasa (13/1/2026).
Kebijakan belajar dari rumah ini diambil lantaran kondisi lingkungan sekolah yang tidak memungkinkan untuk aktivitas normal. Sunarji menjelaskan bahwa potensi bahaya akibat genangan air menjadi pertimbangan utama. Meski tidak datang ke sekolah, para peserta didik tetap diwajibkan mengikuti pelajaran dari rumah hingga situasi dinyatakan kembali normal dan aman.

Kondisi serupa terjadi di Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) Pati. Sekolah ini memutuskan untuk meniadakan KBM hingga Selasa mendatang karena tingginya genangan air di area sekolah. Ali Shodikin, salah satu guru di SLBN Pati, mengungkapkan adanya kekhawatiran akan banjir susulan mengingat posisi sekolah yang berdekatan dengan sungai dan permukaan air yang kian mendalam.
Salah satu dampak terparah terlihat di SD Negeri Semampir. Sekolah ini kembali terendam limpasan air sungai dengan ketinggian mencapai satu meter hingga masuk ke dalam ruang kelas. Padahal, sebelumnya para guru bersama relawan TNI dan Polri sempat membersihkan sisa lumpur, namun air kembali naik drastis pada Minggu (11/1) malam.
Kepala Desa Semampir, Parmono, menyatakan bahwa banjir tidak hanya melumpuhkan sekolah, tetapi juga merendam 320 rumah warga serta 9 hektare tambak ikan di wilayahnya. Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah nyata untuk menangani permasalahan banjir tahunan ini agar kerugian warga tidak terus bertambah.

Dukungan sekaligus keprihatinan juga datang dari wali murid. Agus Atha, salah satu orang tua siswa, mengaku menyayangkan terhentinya KBM tatap muka, namun ia sepakat bahwa keselamatan anak-anak adalah prioritas utama.
Ia berharap pemerintah dapat melakukan penanganan banjir yang cepat dan tepat sasaran agar aktivitas pendidikan di Pati tidak terus-menerus terganggu oleh bencana.
Daftar Sebaran Sekolah di Pati yang Terdampak Banjir:
•SD (39 Sekolah): Tersebar di Batangan, Dukuhseti, Gabus, Jakenan, Kayen, Juwana, Margoyoso, Tayu, Pati Kota, Tambakromo, Trangkil, Wedarijaksa, dan Winong.
• SMP (5 Sekolah): Berada di Dukuhseti, Gabus, Kayen, Margoyoso, dan Pati Kota.
• SLB: SLB Negeri Pati (Libur hingga Selasa). (*)
| Pewarta | : Ezra Vandika |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |