TIMES PATI, PATI – Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) menggelar acara tasyakuran dan doa bersama di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini merupakan bentuk ekspresi rasa syukur kolektif masyarakat setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) secara resmi menetapkan Bupati Pati Sudewo, sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.
Juru Bicara AMPB, Syaiful Huda, menegaskan bahwa momentum ini adalah jawaban atas aspirasi masyarakat yang selama ini merindukan kepemimpinan yang bersih. Baginya, status hukum yang menjerat Bupati nonaktif tersebut menjadi pengingat keras bahwa kekuasaan merupakan amanah yang harus dijalankan dengan integritas tinggi, bukan dengan arogansi atau penyalahgunaan jabatan untuk kepentingan pribadi dan kelompok.

Dalam orasinya, Syaiful menekankan bahwa kepemimpinan masa depan di Kabupaten Pati wajib mengutamakan transparansi dan dedikasi penuh kepada rakyat. Ia berharap kejadian ini menjadi titik balik bagi tata kelola pemerintahan daerah agar lebih sehat, di mana setiap kebijakan yang diambil benar-benar bertujuan untuk menyejahterakan masyarakat tanpa adanya praktik lancung.
Selain merayakan proses hukum di KPK, AMPB juga menyuarakan harapan terkait keadilan bagi dua aktivis mereka, Teguh Istiyanto dan Supriyono alias Botok. Keduanya saat ini masih menjalani proses hukum terkait aksi pemblokiran Jalan Pantura. AMPB mendesak aparat penegak hukum untuk bersikap objektif dan menghentikan segala bentuk tekanan terhadap warga yang bersikap kritis demi menjaga iklim demokrasi.
Syaiful Huda juga menyoroti pentingnya reformasi birokrasi secara menyeluruh pasca-penonaktifan pimpinan daerah. Ia mendesak adanya pembersihan sistem dari praktik koruptif serta menuntut para Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Aparat Penegak Hukum (APH) untuk bertransformasi menjadi pelayan publik yang profesional, santun, dan bebas dari intimidasi.
Warga mencukur gundul dalam acara tasyakuran dan doa bersama di Alun-alun Simpang Lima Pati pada Jumat (23/1/2026). (Foto: WartaPhoto.net For TIMES Indonesia)
Sebagai bentuk komitmen jangka panjang, AMPB menyatakan akan terus bertindak sebagai pengawas independen yang solid. Mereka berjanji akan mengawal jalannya pemerintahan agar tetap berada pada jalur aturan yang berlaku. Perjuangan kelompok ini ditegaskan tidak akan berhenti hingga birokrasi di Pati benar-benar bersih dan keadilan tegak bagi seluruh lapisan masyarakat.
Suasana di Alun-alun Pati tampak penuh sesak oleh ribuan massa yang antusias mengikuti rangkaian acara. Sebagai simbol kemenangan rakyat, warga menggelar makan bersama di ruang publik tersebut. Menariknya, sejumlah warga juga melaksanakan nazar unik dengan mencukur habis rambut mereka (potong gundul) sebagai bentuk syukur atas penangkapan Sudewo oleh lembaga antirasuah. (*)
| Pewarta | : Ezra Vandika |
| Editor | : Hendarmono Al Sidarto |