Hirup Udara Bebas, Botok dan Teguh Dikawal Massa Menuju Alun-alun Pati
Massa melakukan pengawalan Botok Cs dari depan Lapas menuju Alun-alun Simpang Lima Pati. (FOTO: Ezra Vandika/TIMES Indonesia)

Hirup Udara Bebas, Botok dan Teguh Dikawal Massa Menuju Alun-alun Pati

Pengawalam adalah bentuk terima kasih warga atas perjuangan mereka, yakni kenaikan pajak batal.

TIMES Pati,Kamis 5 Maret 2026, 17:47 WIB
184
E
Ezra Vandika

TIMESINDONESIASuasana haru dan antusiasme mewarnai pembebasan Supriyono alias Botok dan Teguh Istiyanto dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Pati hari ini, Kamis (5/3/2026). Keduanya divonis bebas terkait aksi demonstrasi pemakzulan Bupati nonaktif, Sudewo, yang terjadi beberapa waktu lalu.

Sebagai bentuk solidaritas, ratusan orang yang terdiri dari petani, tukang becak, hingga aktivis melakukan aksi konvoi dan pengawalan long march dari depan Lapas menuju Alun-alun Simpang Lima Pati.

Koordinator Umum aksi pengawalan, Mardi, menyatakan bahwa penyambutan ini telah dikonsep matang sebagai simbol kebebasan dan keadilan bagi masyarakat Pati. Menurutnya, Botok dan Teguh adalah pejuang yang berani menyuarakan aspirasi rakyat kecil.

"Mas Botok dan Mas Teguh sudah kami konsep pengawalannya, supaya masyarakat antusias mendukung keadilan di Pati. Kami ingin memastikan ke depan tidak ada lagi kriminalisasi hukum di Bumi Mina Tani," ujar Mardi kepada awak media di sela-sela aksi.

Aksi berjalan kaki ini bukan sekadar seremoni kepulangan. Massa menganggap Botok dan Teguh berjasa besar dalam mengawal kebijakan publik, terutama keberhasilan mereka dalam membatalkan kenaikan pajak yang sebelumnya sempat meresahkan warga.

Dalam perjalanan menuju pusat kota, massa menyertakan berbagai ritual simbolis untuk membersihkan diri dari nasib buruk, mulai dari konvoi budaya yang diiringi ratusan pendukung secara tertib, hingga ritual "buang sengkolo" yang bertujuan agar segala kesialan atau energi negatif selama masa penahanan tidak terbawa ke kehidupan baru mereka, yang kemudian ditutup dengan aksi berputar di Alun-alun untuk menikmati udara bebas sembari menyapa warga yang telah menanti di jantung Kota Pati.

"Ini bentuk terima kasih kami. Karena perjuangan mereka, kenaikan pajak batal. Kami ingin mereka pulang dengan tenang, menikmati udara bebas setelah sekian lama tertahan," tambah Mardi.

Arus lalu lintas sempat merayap namun tetap kondusif di bawah pengawasan aparat keamanan. Hingga sore hari, massa masih berkumpul di area Alun-alun Pati dengan suasana penuh kegembiraan merayakan kembalinya dua tokoh tersebut.  (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Ezra Vandika
|
Editor:Bambang H Irwanto

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Pati, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.